SUNGAI GERINGGING, PADANG PARIAMAN,KPK Tipikor news– Semangat kepedulian terhadap kampung halaman ditunjukkan oleh sejumlah putra daerah dan perantau melalui kegiatan gotong royong (goro) swadaya masyarakat di dua lokasi berbeda dalam satu hari di Kecamatan Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat,Sabtu 31 Oktober 2026.
Kegiatan ini melibatkan Rasydin PDAM, Ali Martopo, Rudi (perantau Malaysia), Syafri Jhoni, serta Nasrul, B.Sc., kader Partai NasDem yang juga merupakan putra daerah setempat. Kebersamaan mereka menjadi wujud kepedulian terhadap kepentingan masyarakat dan pembangunan kampung halaman.
Lokasi pertama berada di Jalan Simpang Magih, Taratak, Korong Ladang Rimbo Timur. Kegiatan ini dikoordinatori oleh Rasydin PDAM, putra asli daerah yang berperan sebagai penggalang dana dari para perantau untuk mendukung pelaksanaan gotong royong.
Selanjutnya, kegiatan kedua dilaksanakan di jalan penghubung antara Nagari Malai III Koto dan Nagari Sungai Sirah Kuranji Hulu. Kegiatan ini dikoordinatori oleh Ali Martopo bersama Rudi, perantau Malaysia, dengan dukungan masyarakat dan para putra daerah.
Dalam keterangannya, Syafri Jhoni menjelaskan bahwa gotong royong di jalan penghubung dua nagari tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap akses masyarakat, terutama berkaitan dengan wilayah Korong Ladang Rimbo Barat dan Ladang Rimbo Timur yang saat ini berada dalam proses pemekaran Nagari Sungai Sirah Kuranji Hulu Utara.
Menurut Syafri Jhoni, pelaksanaan goro tersebut berawal dari adanya anjuran sejumlah tokoh masyarakat agar kegiatan gotong royong segera dilaksanakan demi kepentingan bersama.
“Alhamdulillah, berkat kebersamaan, dukungan, dan partisipasi masyarakat, kegiatan gotong royong berjalan dengan lancar,” ungkap Syafri Jhoni.
Sementara itu, Nasrul, B.Sc., kader Partai NasDem sekaligus putra daerah setempat, hadir sebagai undangan dan turut menjalin silaturahmi bersama masyarakat dalam kegiatan tersebut.

Menariknya, kedua kegiatan ini terlaksana melalui swadaya masyarakat dan dukungan para perantau. Hal ini memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap kampung halaman tidak terhalang jarak. Masyarakat di kampung dan perantau dapat bersatu memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan dan kepentingan bersama.
Kegiatan ini bukan sekadar pekerjaan fisik, tetapi juga mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan antara masyarakat, tokoh nagari, putra daerah, dan perantau dalam mendukung pembangunan serta kebutuhan akses penghubung antarwilayah.
Rasydin PDAM, Ali Martopo, Rudi perantau Malaysia, Syafri Jhoni, dan Nasrul, B.Sc. menjadi bagian dari semangat kebersamaan tersebut. Dua lokasi, satu tujuan: membangun kampung halaman melalui kepedulian, swadaya, dan gotong royong.
( Nasrul )





Tinggalkan Balasan